Menjelajahi Sulsel Tanpa Batas

Kami tidak sekedar datang untuk membawa perubahan, kami ada untuk merawat apa yang telah dipejuangkan para pendahulu.

LINGKUNGAN STRATEGIS SULSEL

 GEO-DEMOGRAFIS

Keadaan geo-demografi SulSel yang miliki potensi besar butuh penanganan tepat.

DATA STRATEGIS

Luas Daratan 4,7 Juta Ha. Kepemilikan lahan 1,04 Hektare per kapita. Luas laut 266.887 Km & Panjang Pantai 1.937 km serta 263 gugusan Pulau-pulau kecil. Pada tahun 2016, penduduk di Sulawesi Selatan mencapai 8.6 juta jiwa terdiri dari Penduduk Kota 20%; Desa 80%.

NILAI STRATEGIS

Menakar dan mendorong pengembangan sektor-sektor strategis dan program tepat guna.

NILAI STRATEGIS

Pintu gerbang Indonesia Timur dari & Ke Asia Timur & Pasifik. Menjadi Epicentrum perdagangan Indonesia. Sebagai Lumbung Pangan juga Kontributor Ekonomi Maritim (Blue Economy) masa depan.

KONEKTIVITAS

Keterhubungan antar daerah sebagai upaya peningkatan sektor ekonomi dan sosial.

DATA KONEKTIVITAS

Panjang Jalan 1,758 Km. 7 Bandar Udara dan 12 Pelabuhan Laut. 43.787 jumlah penerbangan keberangkatan domestik; 43.788 jumlah penerbangan kedatangan domestik.

Butuh info Lebih lanjut?

ISU-ISU STRATEGIS SULSEL

MARITIM & PERIKANAN

8% PDRB Sulawesi Selatan (BPS 2015).
2.8 Juta Ton, 30% Rumput Laut Nasional, 18.9 % Bandeng Nasional (BPS 2014).
Pelabuhan Makassar tampung 300 – 500 kontainer.
Pertumbuhan kunjungan kapal 5000, kargo 1000, peti kemas 4000 & penumpang 9000 di pelabuhan makassar.
1 Hub Internasional & 11 Perintis.

PANGAN & ENERGI

7.6% PDRB Sulawesi Selatan (BPS 2015)
Luas Sawah 648 Ribu Ha (258 Ribu Non-Irigasi), Padi 5.4 Juta Ton, Total pangan 7.7 Juta Ton (BPS 2015).
Surplus Listrik 250 MW (Beban Puncak 1050 MW).
Kebutuhan Listrik bertambah 60 MW/Tahun
Belum ada tambang Migas di SulSel

PARIWISATA & EKONOMI KREATIF

8.4 Juta Wisatawan (236 Ribu Wisman), Rerata menginap 5 hari.
$218 Juta Belanja Wisman, Wisata Bahari Masih Tertidur
852 Triliun (7.3%) PDB Nasional.
15.9Juta (13.9%) Tenaga Kerja Nasional.
$19.4 Miliar (12.88%) Ekspor Nasional.

PENDIDIKAN, KESEHATAN & KETENAGA KERJAAN

IPM 69.15 (2015),Pertumbuhan IPM 3.15 (2010-2015) Rangking 15 Nasional.
HLS 12.90 (2014), pertumbuhan HLS 1.43.
RLS 7.33 (2015), pertumbuhan RLS 0.24.
AMH 91.29 (2015), pertumbuhan 3.54.
Pendidikan pekerja: SD 44.16%; SMA 24.41%; PT 16.14%; TPT 200 ribu orang 4.77%, Pengangguran tertinggi dari PT 14.18%; SMA > 13.9, Produktivitas rendah PDRB hilang ± 3.5 Triliun

TATA KELOLA PEMERINTAHAN

ITKP terhadap standar pelayanan publik sesuai UU Pelayanan Publik 88.30%.
Informasi tentang persyaratan adminitrasi tiap produk layanan publik 47.56% tidak sampai ke masyarakat.
Informasi tentang biaya/tarif tiap produk layanan publik 56.59% tidak sampai ke masyarakat.
Informasi tentang jangka waktu penyelesaian pengurusan tiap produk layanan publik 57.20% tidak sampai ke masyarakat.

KEAMANAN & LINGKUNGAN

Tindak Pidana kejahatan 16.494 kasus (2015)
Indeks situasi Keamanan dan ketertiban masyarakat 182 poin (2014), 163 Poin (2015). Turun 19 Poin.
Degradasi Hutan & Lahan 2.057 Gg (2015).
Indeks Pencemaran Air untuk IKLH 51.02 (2015).
Indeks Pencemaran Udara untuk IKLH 72.58 (2015).

PEREMPUAN, ANAK & DISABILITAS

4.4 Juta Perempuan dari 8.6 Juta Penduduk.
Bekerja 1.4 juta; IRT 1.2 Juta, Tingkat partisipasi kerja 47.47%, 122 Perempuan dari 815 kursi legislator.
KDRT 359 kasus (2015); 244 kasus (2014).
2.4 Juta Anak 0-15 tahun, KTA 396 kasus (2015); 302 kasus (2014).
10.22% Difabel SulSel, 8,56% Difabel Nasional

AGAMA & KEBHINEKAAN

Jumlah penduduk Islam 7.416.488 Org, Protestan 681.002 Org, Khatolik 188.513 Org, Hindu 85.361 Org, Budha 21.106 Org, Konghucu 3.336 Org.
Jumlah rohaniawan Islam (Imam Masjid) 14.027 Org, Protestan 26.455 Org, Khatolik 237 Org, Hindu 113 Org,Budha 18 Org
Jumlah tempat ibadah masjid 12.176, Gereja Protestan 2.107, Gereja Khatolik 422, Pura 98, Vihara 39.

INFRASTRUKTUR PUBLIK

12.11% tidak punya rumah, 15.04% No-Jamban, 16.96% No-Septic Tank, 6.35% dinding bambu, 3.15% atap ijuk, 2.52% No-Listrik dan 1.47% beralas tanah.
Panjang Jalan 1,758 Km, 226 Km tidak layak, 312 Km dibawah standar.
28.36% merasakan kelangkaan air bersih.
28.80% tidak punya sumber air minum bersih.
27.68% tidak punya sumber air minum layak.

ARTIKEL TERBARU

Yang sering ditanyakan

Brorivai Center didirikan oleh Abdul Rivai Ras, diperkuat oleh keluarga dan kerabat terdekat sebagai sebuah lembaga non-pemerintah dan nir-laba, lahir pada 5 Januari 2018.

Brorivai Center dibentuk dengan tujuan mendorong gerakan “perubahan” yang konstruktif dan “keberlanjutan” pembangunan nasional maupun daerah dalam merespons generasi millenial dan era digital.

Ekonomi Maritim atau sering juga disebut Blue Economy adalah keadaan ekonomi yang lahir dari sinergi sektor kelautan, infrastruktur maritim dan manusia itu sendiri.

Program-program yang dicanangkan BroRivai Center banyak bersinergi dengan pihak akademisi kampus baik itu dosen dan mahasiswa juga sampai ke level pejabat pemerintahan pusat dan daerah.

Untuk ikut terjun melibatkan diri dalam kegiatan kami cukup dengan melaporkan diri sebagai volunteer event di Kantot Pusat Bro Rivai Center Jln. Botolempangan No.56 dengan menyertakan data diri.

Kami telah turun langsung ke banyak daerah terpencil di SulSel guna memberi bantuan baik itu dari segi pendidikan, kesehatan maupun bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.